Jarak aman berkendara

Jalanan kota memang semakin padat. Bahkan karena padatnya jalanan kota, berkendara menjadi terasa jauh lebih sulit dan kurang nyaman. Karena banyaknya tipe pengendara yang ada di jalanan, terkadang pengendara harus ekstra waspada. Meski sudah berhati-hati, pasti tetap saja ada pengendara yang sembarangan dan tidak memperhatikan keselamatan pengendara lain. Untuk meminimalisir resiko kecelakaan, ada baiknya anda berkendara pada jarak yang aman. Jangan terlalu dekat dengan mobil di depan anda. Hal ini sangat berguna jika nanti kendaraan di depan anda mengerem secara mendadak. Jadi jika hal tak terduga seperti pengereman secara mendadak terjadi, anda masih punya jarak yang aman untuk melakukan pengereman.

  • Pertimbangan selisih 3 detik. Untuk jarak aman berkendara sebenarnya tidak bisa dipatokkan dengan hitungan meter karena jika jalan yang dilalui berbeda, tentunya jarak aman berkendara juga akan berbeda. Misalnya saat anda sedang berkendara di jalan tol yang notabene para pengendaranya berkendara dengan sangat cepat, tentunya jika dihitung jarak yang harus dijaga, jaraknya akan lebih jauh jika dibandingkan dengan jarak berkendara di jalanan yang lebih ramai.
  • Untuk itu perhitungan yang paling tepat adalah dengan mempertimbangkan kecepatan anda. Selisih 3 detik yang dimaksud di atas adalah selang antara respon manusia dengan respon mesin saat melakukan pengereman. Asumsi dari perhitungan ini berdasarkan respon manusia yang membutuhkan 1,5 hingga 2 detik plus reaksi mekanik pengereman yang membutukan waktu antara 0,5 hingga 1 detik.
  • Namun bagaimana cara menghitung waktu tersebut? Sebagai patokan untuk menghitung jarak anda dengan mobil di depan anda, anda bisa menggunakan pohon, reklame atau rambu lalu lintas. Cara menghitungnya adalah pada saat mobil yang berada di depan anda sudah melalui tanda yang anda maksud, hitung waktu yang anda butuhkan hingga mencapai titik tersebut. Jika waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik tersebut tidak sampau 3 detik, maka jarak anda dengan pengendara di depan anda terlalu dekat. Untuk itu coba kurangi kecepatan anda sedikit kemudian imbangi kecepatan mobil yang ada di depan anda tadi.
  • Menggunakan jarak konvensional. Untuk memudahkan pengendara dalam menentukan jarak aman, sebenarnya departemen perhubungan telah memperkenalkan perhitungan jarak aman yang paling mudah dengan perhitungan bahwa antara jarak dan kecepatan berbanding lurus.
  • Sebagai contoh jika anda berjalan di kecepatan 60 km/jam, maka jarak yang aman adalah 60m. Jika kecepatan anda adalah 100 km/jam, maka jarak aman bagi anda adalah 100m. Namun untuk menghitung jarak anda dengan kendaraan di depan anda, tentunya akan lebih sulit.

Untuk memudahkan anda, sebenarnya anda bisa memanfaatkan mata kucing sebagai patokan anda. Tanda ini biasanya terdapat pada bagian tengah jalan. Perlu di

ketahui bahwa jarak antar mata kucing adalah sejauh 50m. Dengan memanfaatkan titik tersebut, menghitung jarak dengan mobil di depan anda juga akan terasa lebih mudah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s